Pemprov Lampung Siapkan Transformasi Pertanian Berbasis Teknologi Satelit Bersama BRIN dan STAR.VISION

  • 18:31 WIB
  • 28 November 2025
  • Super Administrator
  • Dilihat 47 kali
Pemprov Lampung Siapkan Transformasi Pertanian Berbasis Teknologi Satelit Bersama BRIN dan STAR.VISION

Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung melaksanakan Rapat Koordinasi bersama BRIN dan STAR.VISION Aerospace Ltd. pada Kamis (27/11/2025) di Ruang Command Center Bappeda Provinsi Lampung. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas surat resmi STAR.VISION tertanggal 17 November 2025 terkait pengenalan kerja sama riset yang sedang berlangsung, serta pembahasan rencana pemanfaatan teknologi satelit untuk mendukung pembangunan sektor pertanian di Provinsi Lampung.

Rapat dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Dr. Anang Risgiyanto, yang menyampaikan bahwa teknologi penginderaan jauh menjadi salah satu pendekatan yang tengah dikembangkan untuk meningkatkan ketepatan data, efektivitas kebijakan, dan penguatan sistem informasi pertanian daerah. Ia menjelaskan bahwa BRIN dan STAR.VISION saat ini tengah melakukan kajian teknis pemanfaatan data satelit termasuk potensi penggunaan citra hiperspektral yang dapat diakses melalui platform Crop007 untuk mendukung analisis pertanian presisi di Lampung.

Dalam forum tersebut, Kepala Bappeda menegaskan bahwa segala bentuk kerja sama yang sedang disiapkan masih berada pada tahap pengembangan dan pematangan teknis, termasuk eksplorasi kemungkinan pemanfaatan data satelit hiperspektral di masa mendatang. Segala inovasi yang dibahas, menurutnya, merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk meningkatkan kualitas data pertanian Lampung.

Kepala Bappeda juga memaparkan posisi Lampung sebagai salah satu pusat produksi pangan nasional. Provinsi Lampung memiliki sejumlah komoditas unggulan, di antaranya ubi kayu dengan produksi 7,9 juta ton (peringkat 1 nasional), nanas dengan nilai ekonomi lebih dari Rp 8 triliun (peringkat 1 nasional), serta jagung dengan produksi 2,78 juta ton (peringkat 3 nasional). Komoditas padi, kopi robusta, pisang, serta sektor peternakan dan perikanan, termasuk produksi udang vanname, turut menjadi penggerak perekonomian daerah.

Melalui dukungan teknologi satelit, pemerintah daerah berharap dapat memperkuat akurasi data terhadap luas tanam, kesehatan tanaman, potensi produksi, serta deteksi dini risiko hama dan perubahan kondisi lahan. Data yang lebih presisi menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan pertanian, hilirisasi komoditas, dan peningkatan peluang investasi agroindustri di Lampung.

Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh berbagai perangkat daerah, antara lain Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Badan Pengembangan SDM Daerah, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Lingkungan Hidup, serta Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat landasan teknis dan kelembagaan dalam pemanfaatan teknologi satelit bagi perencanaan pembangunan daerah.

Menutup pertemuan, Kepala Bappeda menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan menindaklanjuti hasil rapat dengan penguatan koordinasi bersama BRIN dan STAR.VISION, serta menyusun langkah teknis lanjutan sesuai prioritas pembangunan daerah. Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi fondasi bagi terwujudnya sistem pertanian modern yang lebih efisien, tangguh, dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.