Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung melaksanakan
Rapat Koordinasi bersama BRIN dan STAR.VISION Aerospace Ltd. pada Kamis
(27/11/2025) di Ruang Command Center Bappeda Provinsi Lampung. Pertemuan ini
merupakan tindak lanjut atas surat resmi STAR.VISION tertanggal 17 November
2025 terkait pengenalan kerja sama riset yang sedang berlangsung, serta
pembahasan rencana pemanfaatan teknologi satelit untuk mendukung pembangunan
sektor pertanian di Provinsi Lampung.
Rapat dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Dr. Anang
Risgiyanto, yang menyampaikan bahwa teknologi penginderaan jauh menjadi salah
satu pendekatan yang tengah dikembangkan untuk meningkatkan ketepatan data,
efektivitas kebijakan, dan penguatan sistem informasi pertanian daerah. Ia
menjelaskan bahwa BRIN dan STAR.VISION saat ini tengah melakukan kajian teknis
pemanfaatan data satelit termasuk potensi penggunaan citra hiperspektral yang
dapat diakses melalui platform Crop007 untuk mendukung analisis pertanian
presisi di Lampung.
Dalam forum tersebut, Kepala Bappeda menegaskan bahwa segala
bentuk kerja sama yang sedang disiapkan masih berada pada tahap pengembangan
dan pematangan teknis, termasuk eksplorasi kemungkinan pemanfaatan data satelit
hiperspektral di masa mendatang. Segala inovasi yang dibahas, menurutnya,
merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk meningkatkan kualitas data
pertanian Lampung.
Kepala Bappeda juga memaparkan posisi Lampung sebagai salah
satu pusat produksi pangan nasional. Provinsi Lampung memiliki sejumlah
komoditas unggulan, di antaranya ubi kayu dengan produksi 7,9 juta ton
(peringkat 1 nasional), nanas dengan nilai ekonomi lebih dari Rp 8 triliun
(peringkat 1 nasional), serta jagung dengan produksi 2,78 juta ton (peringkat 3
nasional). Komoditas padi, kopi robusta, pisang, serta sektor peternakan dan
perikanan, termasuk produksi udang vanname, turut menjadi penggerak
perekonomian daerah.
Melalui dukungan teknologi satelit, pemerintah daerah
berharap dapat memperkuat akurasi data terhadap luas tanam, kesehatan tanaman,
potensi produksi, serta deteksi dini risiko hama dan perubahan kondisi lahan.
Data yang lebih presisi menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan
pembangunan pertanian, hilirisasi komoditas, dan peningkatan peluang investasi
agroindustri di Lampung.
Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh berbagai perangkat
daerah, antara lain Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Badan
Pengembangan SDM Daerah, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Dinas
Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Lingkungan Hidup,
serta Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Kehadiran lintas sektor ini
menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat landasan teknis dan kelembagaan
dalam pemanfaatan teknologi satelit bagi perencanaan pembangunan daerah.
Menutup pertemuan, Kepala Bappeda menyampaikan bahwa
Pemerintah Provinsi Lampung akan menindaklanjuti hasil rapat dengan penguatan
koordinasi bersama BRIN dan STAR.VISION, serta menyusun langkah teknis lanjutan
sesuai prioritas pembangunan daerah. Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi
fondasi bagi terwujudnya sistem pertanian modern yang lebih efisien, tangguh,
dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.
