Bappeda Provinsi Lampung Hadiri Pameran Kriya Jemari 2025, Dukung UMKM Lokal dan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

  • 17:08 WIB
  • 28 November 2025
  • Super Administrator
  • Dilihat 48 kali
Bappeda Provinsi Lampung Hadiri Pameran Kriya Jemari 2025, Dukung UMKM Lokal dan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bappeda Provinsi Lampung turut ambil bagian dalam pembukaan Pameran Kriya Jemari Lampung 2025 yang digelar di Graha Wangsa, Bandar Lampung, Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, perajin, komunitas kreatif, dan pengunjung untuk menguatkan ekosistem ekonomi kreatif daerah melalui produk kerajinan khas Lampung.

Acara dibuka secara resmi oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Kriya Jemari bukan hanya pameran seni rupa atau kerajinan, tetapi wadah akselerasi industri kreatif yang lebih inovatif, adaptif terhadap tren pasar, namun tetap berakar pada identitas budaya Lampung. Pameran ini merupakan pengembangan dari Lampung Craft, namun dikemas dengan konsep lebih segar agar lebih dekat dengan minat generasi muda dan wisatawan.

Gubernur menyoroti besarnya potensi ekonomi dari sektor kreatif. Dengan jumlah kunjungan wisatawan domestik yang mencapai 17 juta orang hingga Juli 2025 dan ditargetkan meningkat hingga 30 juta sepanjang tahun ini, produk kriya Lampung dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas pasar, terutama jika mampu mengutamakan kualitas, inovasi desain, dan standar produksi yang berorientasi global.

Sejalan dengan itu, DWP Bappeda hadir sebagai bentuk komitmen untuk mendukung penguatan UMKM lokal. Anggota DWP tidak hanya menghadiri acara, tetapi juga aktif mengunjungi berbagai stan dari kabupaten/kota, berdialog dengan perajin, serta mengidentifikasi peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan melalui kegiatan organisasi, seperti pengadaan suvenir, cenderamata kegiatan, dan penguatan jejaring pemasaran produk lokal.

Partisipasi ini juga merupakan tindak lanjut dari surat Sekretaris Daerah Provinsi Lampung yang mendorong kehadiran perangkat daerah bersama anggota DWP untuk memberikan dukungan langsung kepada perajin dan panitia penyelenggara. Kehadiran perempuan ASN melalui wadah DWP diharapkan bukan sekadar sebagai pengunjung, tetapi agen yang mendorong konsumsi produk lokal dan penyebaran nilai cinta produk daerah.

Pameran bertema “Merajut Tradisi, Menenun Inovasi” ini menghadirkan berbagai kerajinan seperti wastra, anyaman, sulaman, hingga produk desain modern yang dikembangkan perajin muda serta penyandang disabilitas. Tema tersebut menegaskan bahwa budaya tidak hanya diwariskan, tetapi ditafsir ulang melalui kreativitas agar tetap relevan di masa kini.

Melalui keterlibatan di kegiatan ini, DWP Bappeda berkomitmen memperkuat pemanfaatan produk UMKM dalam kegiatan internal organisasi dan mendorong literasi ekonomi kreatif di kalangan anggota. Dukungan terhadap produk lokal bukan hanya pilihan estetis, tetapi kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga perajin serta memperkuat identitas Lampung di tingkat nasional.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antara DWP, pemerintah daerah, dan pelaku ekonomi kreatif untuk menghadirkan ekosistem kerajinan yang inklusif, profesional, dan berdaya saing.