Penanganan Abrasi Pada Saluran Primer Unit 2 dan Pemanfaatan Pelabuhan Way Sidang Kabupaten Mesuji
img
Bappeda
Penanganan Abrasi Pada Saluran Primer Unit 2 dan Pemanfaatan Pelabuhan Way Sidang Kabupaten Mesuji

Berita Details

img
Minggu 05 November 2020 - 16:48:04, Dibaca 116
Penanganan Abrasi Pada Saluran Primer Unit 2 dan Pemanfaatan Pelabuhan Way Sidang Kabupaten Mesuji

Bandar Lampung - Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Ahmad Lianurzen memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Abrasi Pada Saluran Primer Unit 2 dan Pemanfaatan Pelabuhan Way Sidang Kabupaten Mesuji di Ruang Rapat Harris Hasyim Lantai 1 Bappeda Provinsi Lampung, Kamis (05/11/2020).

Dalam paparannya, Lianurzen menyampaikan BBWS Mesuji Sekampung melalui program IPDMIP Tahun 2019 telah Menyusun Dokumen Survey, Investigasi, dan Desain (SID) DIR Rawa Jitu. Penanganan permasalahan abrasi memerlukan alokasi sebesar Rp 84,148 Miliyar. Untuk Tahun Anggaran 2021 telah dialokasikan sebesar Rp 60 Miliyar.

“Berdasarkan hasil tinjauan lapangan usulan normalisasi Saluran Primer Unit II Rawa Jitu Kabupaten Mesuji pada tanggal 12 Februari 2020 oleh BBWS Mesuji Sekampung, penanganan infrastruktur tersebut perlu didukung oleh penataan lalu lintas melalui saluran dan dikoordinasikan bersama pihak Pemerintah Kabupaten Mesuji dan Tulang Bawang. agar proses rehabilitasi tidak terganggu dan umur layanan infrastuktur sesuai umur rencana,” ujar Lianurzen. 

Ia juga menambahkan, pemanfaatan Pelabuhan Way Sidang Kabupaten Mesuji yaitu untuk mendukung pelaksanaan program tol laut melalui pengembangan pelabuhan-pelabuhan di wilayah barat Sumatera dan penguatan posisi Pelabuhan Sabang serta mendorong jalur pelayaran wilayah barat Pulau Sumatera sebagai jalur alternative pelayaran selain Selat Malaka (Pulau Sumatera-Pulau Jawa, Pulau Sumatera Pulau Kalimantan). ada beberapa hal yang akan dikembangkan di pantai pesisir timur  yaitu infrastruktur pelabuhan yang akan mengakses ke Bangka Belitung, dimana ada pengembangan bandara yang eksisting. mengingat lampung sebagai  Penjual komoditas terbanyak Provinsi se-Sumatera, diantaranya Gula Pasir, Minyak Goreng Kelapa, dan Tepung Tapioka. 

Kepala Bappeda Kabupaten Mesuji Abu Rosid Istomi yang juga hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan, Beberapa permasalahan abrasi Pada Saluran Primer Unit 2 dan Pemanfaatan Pelabuhan Way Sidang antar lain: lebar kanal, menggerus badan jalan, banjir rob, lalu lintas speed boat dan dampak sosial.

 “Lebar kanal semula adalah 15 meter saat ini mencapai 60 meter melebar, akibat aktivitas perdagangan dan jasa dan akibat mesin mesin yang hilir mudir. Akibat aktivitas mengakibatkan tergerusnya badan jalan hingga pekarangan warga, dampak lain adalah terjadinya banjir rob akibat abrasi . Sebagai jalur Lalu lintas akibat gelombang yang dihasilkan oleh speed boat. Kondisi akibat abrasi telah terjadi beberapa kurun waktu yang cukup lama hingga dalam kategori cukup parah. Abrasi terjadi di sepanjang saluran primer unit 2 yang berada di Desa Sidang, Muara Jaya, Sidang Sido Rahayu Sidang Iso Mukti, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji,” ujar Abu Rosid.

“Upaya yang telah dilakukan yaitu pembuatan proposal usulan bantuan rehabilitasi dan tahun 2020 proposal pembangunan kontruksi tembok saluran primer. Penanganan darurat dilakukan secara mandiri oleh Pemerintah Kabupaten Mesuji dan masyarakat setempat (SWADAYA). Upaya tahun 2020 melakukan kegiatan relokasi rumah masyarakat yang berada di Sidang Muara Jaya khususnya yang terdampak abrasi dan pengadaan Base untuk Kecamatan Rawajitu Utara. Rencana penanganan tahun 2021 akan menangani ruas jalan Sidang,” tambah Abu Rosid. 

Abu Rosid berharap untuk semua stakeholder baik PU, Provinsi, Mesuji dan Tulang Bawang ikut berpartisipasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Balai Besar Wilayah Sungai, UPP Wilayah Mesuji, BPBD, dan PUPR Tulang Bawang.

Recent Posts
Tags
img