FGD Penelitian Kolaborasi: Kajian Pengurangan Resiko Bencana di Kawasan Pesisir Bandar Lampung
img
Bappeda
FGD Penelitian Kolaborasi: Kajian Pengurangan Resiko Bencana di Kawasan Pesisir Bandar Lampung

Berita Details

img
Minggu 23 Oktober 2020 - 16:10:57, Dibaca 120
FGD Penelitian Kolaborasi: Kajian Pengurangan Resiko Bencana di Kawasan Pesisir Bandar Lampung

Bandar Lampung: Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Provinsi Lampung Ahmad Lianurzen menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Kolaborasi Kajian Pengurangan Resiko Bencana di Kawasan Pesisir Bandar Lampung. Kegitan ini diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Jumat (23/10/2020). 

Dalam FGD tersebut, Ahmad Lianurzen menyampaikan terkait Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Lampung Tahun 2018-2038 Pasal 74, yaitu arahan pengelolaan mitigasi bencana terdiri dari  sosialisasi daerah rawan bencana ke masyarakat, membentuk jalur koordinasi penanganan bencana, dan mempertimbangkan potensi besar aktif di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi Lampung pada kegiatan pembangunan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Potensi bahaya tsunami di Provinsi Lampung terdiri dari 7 kabupaten/kota Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pesawaran, Pesisir Barat, Bandar Lampung. Sementara Potensi Bahaya Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Provinsi Lampung terdiri dari 8 kabupaten/kota yaitu Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Timur, Tulang Bawang, Pesawaran, Pesisir Barat, Bandar Lampung”, ujar Ahmad Lianurzen.

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui zoom meeting ini, dibuka oleh Ketua LP3, dan diikuti oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Lampung (sebagai narasumber), Pemerhati Lingkungan Hidup, dan Dosen ITERA. 

Recent Posts
Tags
img