Expose Laporan Kegiatan Tenaga Pendamping Masyarakat
img
Bappeda
Expose Laporan Kegiatan Tenaga Pendamping Masyarakat

Berita Details

img
Minggu 09 November 2020 - 16:52:04, Dibaca 71
Expose Laporan Kegiatan Tenaga Pendamping Masyarakat

Bandar Lampung - Kasubbid Perencanaan Infrastruktur dan Kewilayahan III Merylia memimpin Rapat Pembahasan Expose Laporan Kegiatan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Daerah Irigasi Kewenangan Provinsi di Ruang Rapat Lantai 1 Bappeda Provinsi Lampung,  Senin (09/11/ 2020).

“Tujuan kami melalukan rapat ini adalah kita berharap mendapatkan informasi laporan kegiatan pendampingan yang telah dilakukan oleh TPM, Serta kami berharap pemaparan yang dilakukan oleh TPM dapat menjadi pengetahuan atau informasi bagi Provinsi maupun UPTD terkait kerusakan mana saja yang terjadi hingga seberapa parah permasalahan tersebut,  kesepakatan dengan UPTD di mana saja yang mendapat prioritas, dan informasi tentang organisasi Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) kewenangan Kabupaten yang aktif atau tidak,” ujar Merylia dalam sambutannya. 

Konsultan Institusional Strengthening Agriculture of Irrigation (ISAI) Integrated Participatory Development and Irrigation Program (IPDMIP) Sub Regional Provinsi Lampung Hery Santoso sebagai salah satu narasumber dalam rapat tersebut menyampaikan, “Terdapat 5 Daerah Irigasi (DI) dengan 3 TPM, yang terdiri dari Zulfa Nuraini yang bertugas menjadi TPM di DI Way Napal dan Way Ngison, kedua Hardika bertugas menjadi TPM di DI Way Kalipasir dan DI Srikaton, serta Rini Astuti yang bertugas sebagai TPM di DI Way Semangka. Terdapat 5 Kabupaten yang mendapatkan program yaitu 3 diantaranya adalah Tanggamus Lamteng dan Pringsewu namun Pringsewu tidak termasuk dalam program IPDMIP tetapi di wilayah Pringsewu terdapat DI yang mendapatkan program IPDMIP,” ujarnya. 

“Berdasarkan hasil diskusi dengan P3A dan GP3A di DI Way Semangka yaitu sering terjadi banjir, petani kesulitan dalam pengadaan benih yang mana selama ini petani selalu mencari benih dari luar, dan pemasaran hasil pertanian yang selama ini memasarkan hasil pertanian selalu ke tengkulak. Dari permasalahan tersebut dapat menjadi bahan untuk perencanaan di Kabupaten masing-masing. Selanjutnya DI Way Napal, ada DI yang banyak sekali tikungan tajam sehingga menggerus di sekitar kelokan Way Napal. DI Way Ngison sering terjadi banjir. DI Kali pasir sering terjadi alih fungsi lahan, sedangkan DI Srikaton terdapat banyak sawit, sehingga apakah di 5 tahun kedepan sawit tersebut tidak mengurangi ketersediaan air. Dengan demikian perlu koordinasi antara Provinsi dan Kabupaten untuk mengatasi permasalahan tersebut, dan Apa yang akan dipaparkan oleh TPM akan menjadi masukan untuk ditindaklanjuti oleh Provinsi untuk menangani permasalahan yang ada,” ujar Hery. 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bappeda Kabupaten Tanggamus, Bappeda Kabupaten Pringsewu, Bappeda Kabupaten Lampung Tengah, PU Pengairan Tanggamus, UPTD wilayah I Pringsewu, dan Pejabat Fungsional Bappeda Provinsi Lampung.

Recent Posts
Tags
img