CAPAIAN KINERJA PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2011 (REFLEKSI AKHIR TAHUN 2011)

PDF Print E-mail
Written by Administrator   

 

A. KONDISI UMUM

Secara umum, kondisi Provinsi Lampung pada tahun 2011 :

1. Jumlah penduduk Provinsi Lampung tahun 2010 berjumlah 7.608.405 juta jiwa (SP 2010). Namun berdasarkan registrasi penduduk tahun 2011 telah mencapai 9.146.069 juta jiwa.

2. Pertumbuhan ekonomi secara kumulatif diperkirakan mencapai 6,15%. Total PDRB diperkirakan meningkat menjadi Rp.97,849 Trilyun di tahun 2011.

3. PDRB Per kapita diprediksi meningkat hingga sebesar Rp. 17 juta.

4. Secara nominal APBD tahun 2011 sebesar Rp. 2,651 Trilyun meningkat (25,34%) dari tahun 2010. Untuk dana APBN meningkat menjadi Rp.5,43 Trilyun. Bahkan, pada untuk tahun anggaran 2012 APBD Provinsi Lampung telah mencapai Rp.2,8 Trilyun dan APBN sebesar Rp.6,165 Trilyun.

5. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Lampung meningkat menjadi  Rp.1,271 Trilyun di tahun 2011 dari sebelumnya sebesar Rp.1,020 Trilyun di tahun 2010.

B. POLITIK  dan  PEMERINTAHAN

1. Di tahun 2011, terdapat tiga Kabupaten yang menyelenggarakan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati periode tahun 2011 – 2015 secara serentak pada tanggal 28 September 2011 yaitu: Pringsewu, Mesuji dan Tulang Bawang Barat.

2. Pelantikan Kepala Daerah yaitu Tulang Bawang Barat tanggal 14 November 2011 dan Pringsewu tanggal 23 November 2011, sedangkan Mesuji akan dilakukan segera.

3. Untuk meningkatkan kualitas administrasi pada desa/kampung/pekon/tiuh, Pemerintah Provinsi Lampung pada tahun 2011 mengalokasikan anggaran sebesar Rp.7,4 Milyar untuk pembinaan kepada 2.460 desa/kelurahan.

C. EKONOMI

1. SEKTOR PRODUKSI (Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan)

Upaya Pemerintah Provinsi Lampung untuk mempertahankan status sebagai salah satu lumbung pangan di Indonesia menunjukkan hasil yang memuaskan.  Beberapa komoditas unggulan sebagai indikator keberhasilan pembangunan sektor produksi menunjukkan trend pertumbuhan yang terus meningkat.

· Pada tahun 2011, produksi padi mengalami surplus sebesar ± 800.000 ton (berada pada peringkat 7 secara nasional).

· Produksi jagung posisinya masih menduduki peringkat 3 secara nasional dengan produksi sebesar 1,86 juta ton.

· Produksi kedelai mengalami kenaikan yang fantastis sebesar 44,23% atau mencapai 10.565 juta ton. Diharapkan target swasembada kedelai di Tahun 2014 optimis dapat tercapai.

· Untuk ubi kayu, Provinsi Lampung masih tetap menduduki peringkat 1 secara nasional dengan peningkatan tahun 2011 sebesar 8,7% atau 9.02 juta ton.

· Produksi kopi, masih memberikan kontribusi terbesar secara nasional sebesar 21,22% dengan peningkatan produksi sebesar 150 ribu ton pada tahun 2011.

· Produksi kakao mengalami trend kenaikan produksi selama 5 tahun terakhir, kini mencapai 27 ribu ton.

· Karet dan kelapa sawit masing-masing meningkat menjadi sebesar 67.389 ton 379.697 ton.

· Kontribusi produksi gula Provinsi Lampung secara nasional hingga kini tetap terbesar yaitu 37%. Produksi Gula sampai dengan triwulan III-2011 adalah 991 ribu ton dan pada akhir tahun diharapkan produksinya akan mencapai 1.143 ribu ton.

· Tembakau dengan produksi (angka sementara) tahun 2011 sebesar 392 ton.

· Peningkatan produksi daging sapi potong dan kerbau (10,7 ribu ton), daging kambing dan domba (1,6 juta ton), ayam pedaging (27,3 juta ton), serta telur (61,687 juta ton).

· Provinsi Lampung termasuk diantara 10 besar provinsi penyumbang produk-produk perikanan seluruh Indonesia. Produksi sementara pada tahun 2011 adalah sebesar 161.892,24 ton.

· Sekitar 65% potensi produksi udang nasional berasal dari Provinsi Lampung. Nilai ekspor produk laut mencapai US$ 98.197.460,21  pada tahun 2010 ke berbagai negara tujuan, antara lain Amerikan Serikat (52%), Jepang (15%), Inggris (24%), dan beberapa Negara Eropa lainnya.

2. ENERGI DAN KELISTRIKAN

· Kondisi kelistrikan di Provinsi Lampung saat ini memiliki Daya Mampu Pembangkit Listrik sebesar 330,1 MW, yang berasal dari 2 unit PLTU (178,0 MW), 23 unit PLTD (32,5 MW) dan 4 unit PLTA Besai & Batutegi (119,6 MW).

· Rasio desa berlistrik di Provinsi Lampung tahun 2011 sebanyak 80,69% dari total jumlah 2.157 desa, sedangkan Rasio elektrifikasi (RE) rumah tangga berlistrik mencapai 58,70%.

3. EKSPOR DAN IMPOR

Sampai dengan Triwulan III nilai ekspor sebesar US$ 1.912.126.278,63 dan impor sebesar US$ 807.122.944,93 yang berarti surplus sebesar US$ 1.105.003.333,70.  Dilihat dari negara tujuan ekspor terbesar adalah Cina, Amerika Serikat, India, Jepang dan Belanda, sedangkan negara pemasok barang impor terbesar yaitu Singapura, Thailand, China dan Australia.

4. INVESTASI

Provinsi Lampung sebagai salah satu daerah tujuan investasi di Indonesia, pada tahun 2011 mencatat investasi Rp. 4,986 Trilyun, dengan komposisi investasi PMA sejumlah Rp. 1,408 Trilyun (Kurs : US$ 1 = Rp. 9.000,-) dengan 8 proyek dan investasi PMDN  sebesar Rp. 3,719 Trilyun. Peningkatan angka investasi secara keseluruhan ditunjang oleh angka investasi PMDN tahun 2011 yang naik sebesar 333,70% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut sejalan dengan semakin mudahnya investor untuk melakukan investasi di Provinsi Lampung.

5. INFRASTRUKTUR

· Panjang jalan nasional di Provinsi Lampung totalnya adalah 1.159,57 km. Kondisi jalan sampai dengan Bulan November 2011 sebesar 92,58% dan tidak mantap 7,42%. Alokasi anggaran APBD TA.2011 untuk infrastruktur jalan sebesar Rp.481 Milyar, maka didapati kondisi kemantapan untuk jalan provinsi sebesar 52,83%. Namun demikian, dana yang tersedia untuk memperbaiki seluruh kerusakan jalan hanya sekitar 14,34 % dari total kebutuhan ideal yaitu sebesar Rp.3.105,29 Milyar.

· Untuk mengatasi kekurangan air bersih yang dibutuhkan masyarakat terutama diwilayah perkotaan, pada Tahun 2011 Pemerintah Provinsi telah mengupayakan penyediaan air bersih dengan melakukan MoU Kerjasama Penyediaan Air Bersih dengan K-Water Korea, untuk beberapa kabupaten/kota (Bandar Lampung, Metro, Lampung Selatan, Lampung Tengah).

· Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga tengah merencanakan pembangunan Terminal pada beberapa wilayah yang akan menjadi pusat-pusat pertumbuhan dan simpul moda transportasi seperti Terminal Sukarame, Terminal Negeri Sakti, Terminal Babatan serta Terminal Pringsewu.

· Status  Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung pada Tahun 2011, adalah sebagai berikut:

1. Sedang dalam pembahasan di BKPRN Pusat adalah Kab. Lampung Utara.

2. Dalam proses evaluasi Provinsi adalah Kab. Lampung Tengah, Kab. Tulang Bawang Barat, Kab. Way Kanan, dan Kab. Tulang Bawang.

3. Dalam proses menjadi Perda adalah Kab. Lampung Barat, Kota Metro, Kab. Mesuji, Kab. Pringsewu, Kab. Lampung Selatan, Kab. Lampung Timur, dan Kab. Pesawaran.

4. Sudah menjadi Perda adalah Kota Bandar Lampung dan Kab. Tanggamus.

D. SOSIAL

1. KEMISKINAN

a. Kinerja penanggulangan kemiskinan di Provinsi Lampung menunjukkan hasil yang baik. Beberapa indikator keberhasilan penanggulangan kemiskinan di Provinsi Lampung, adalah :

§ Jumlah penduduk miskin 1,298 juta jiwa.

§ Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan meningkat menjadi 71,7. Diharapkan target ini terlampaui mengingat trend pertumbuhan IPM sebesar 0,5 poin per tahun.

b. Program penanggulangan kemiskinan di Provinsi Lampung meliputi antara lain :

§ Pelatihan Ketrampilan, Bantuan Permodalan serta pembentukan Kelompok usaha bersama bagi keluarga miskin.

§ Pelatihan dan penyiapan calon tenaga kerja ke luar negeri sektor informal.

§ Pelatihan Calon Tenaga Kerja dan Pemagangan ke luar negeri.

§ Beasiswa dan bantuan peralatan sekolah bagi siswa kurang mampu.

§ Beasiswa bagi mahasiswa dan fasilitas pendidikan gratis di Politeknik Negeri Lampung bagi masyarakat petani kurang mampu.

§ Sharing Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi keluarga miskin sehingga dapat berobat gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit Kelas III; serta program lainnya yang tersebar pada seluruh Satuan Kerja.

c. Pada tahun 2011 telah dilakukan pelatihan tenaga kerja bagi keluarga miskin sebanyak 96 orang dan yang telah diberangkatkan ke Jepang sebanyak 158 orang.

2. PENDIDIKAN

a. Angka Partisipasi Murni (APM) SD sebesar 96,94%; APM SMP 79,02%; dan pada pendidikan SMA Angka Partisipasi Kasar (APK) sebesar 67,2%.  Tingkat partisipasi sekolah pada semua jenjang terus meningkat hingga mencapai 98,7% jenjang SD, 86,62% jenjang SMP dan 51, 34% SMA. Selain itu tingkat kelulusan SMP 99,9 % dan SMA 99,5%.

b. Program di bidang pendidikan

· Pengadaan perlengkapan sekolah siswa miskin SD/MI, SMP/MTs

· Rehab rusak berat SD/MI

· Pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu berprestasi.

· Pemberian insentif kepada guru honor murni dan guru di daerah terpencil dan terisolasi.

· Pemberian beasiswa kepada 120 orang mahasiswa yang kurang mampu namun berprestasi

· Beasiswa kepada anak petani miskin di Politeknik Negeri Lampung serta bantuan permodalan setelah menamatkan pendidikan di Politeknik Negeri tersebut.

· Pembangunan kawasan pendidikan unggulan terpadu di Kabupaten Lampung Tengah berbasis bio energi, yang pada tahun 2011 telah menerima siswa Angkatan I yang merupakan perwakilan dari kabupaten/kota sebanyak 47 orang.

c. Mendukung rencana pembangunan Institut Teknologi Sumatera di Pemerintah Provinsi.

3. KESEHATAN

1. Pada tahun 2011 dialokasikan dana sharing untuk Jamkesmas melalui APBD Kabupaten/Kota sebesar Rp. 27,6 M, dan alokasi APBD Provinsi Lampung sebesar Rp. 2,5 M untuk meng-cover rujukan dari RSUD Kab/Kota ke RSUD dr. Hi. Abdul Moeloek (RSAM) serta ke Rumah Sakit Pusat.

2. Telah terjadi peningkatan penyediaan dan rasio sarana prasarana kesehatan, meliputi:

a. Rasio Puskesmas terhadap 100.000 penduduk pada tahun 2011 sebesar 4/100.000 penduduk sedangkan pada tahun 2010 sebesar 3,5/100.000 penduduk. Standar Nasional adalah 5/100.000 penduduk.

b. Persentase ketersediaan obat dan vaksin pada tahun 2011 sebesar 73,55 % dari kondisi tahun 2010 sebesar 75 %. Standar Nasional adalah 90 %.

c. Persentase Rumah Sakit yang terakreditasi pada tahun 2011 sebesar 21 % dari kondisi tahun 2010 sebesar 11,9 %. Standar Nasional adalah 60 %.

d. Persentase Rumah Sakit yang mampu Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) pada tahun 2011 sebesar 35,7 % dari kondisi tahun 2010 sebesar 73 %. Standar Nasional adalah 75 %.

e. Cakupan Posyandu dengan strata Purnama dan Mandiri pada tahun 2011 sebesar 50,93 % dari kondisi tahun 2010 sebesar 50,69 %. Target Kinerja adalah 45 %.

3. Program yang telah dilaksanakan pada tahun 2011 adalah sebagai berikut:

a. Kebijakan untuk pembangunan Rumah Sakit Tanpa Kelas di Kota Baru Lampung dalam rangka persiapan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta), pada tahun 2011 dimulai dengan kegiatan Feasibility Study dan penyusunan Master Plan.

b. Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan melalui penyediaan obat sangat-sangat essensial (SSE) dan obat kejadian luar biasa (KLB) di sarana Pelayanan Kesehatan Dasar.

c. Dukungan Pemerintah Provinsi untuk peningkatan sarana dan prasarana Puskesmas dan RSUD Kabupaten/Kota melalui pengadaan dan kalibrasi alat kesehatan Puskesmas, kalibrasi alat kesehatan Rumah Sakit dan pengadaan kendaraan roda empat Puskesmas (Pusling/Ambulans).

d. Perbaikan gizi masyarakat melalui pengadaan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) bagi anak balita 2 T (dua kali ditimbang berturut-turut tidak naik) dan gizi kurang.

e. Peningkatan lingkungan sehat dan penanggulangan penyakit menular diantaranya peningkatan kualitas sanitasi dasar melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

f. Untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit, Tahun 2011 juga telah ditetapkan Perda nomor 1 Tahun 2011 tentang Tarif Pelayanan Kesehatan Kelas III pada RSU Dr. Abdoel Moeloek Provinsi Lampung.   Disamping itu telah pula dilakukan penjajagan kerjasama dengan CSR PT Bank Lampung untuk pengadaan infrastruktur Ruang VVIP dan Oka Central sehingga diharapkan pelayanan pada waktu yang akan datang lebih optimal.

4. TENAGA KERJA

a. Upah Minimum Provinsi Lampung (UMP) sebesar Rp.767.500 pada Tahun 2010, naik menjadi 855.000 tahun 2011.

b. Telah dilakukan “Magang Tenaga Kerja” para calon tenaga kerja sebanyak 158 orang ke Pemerintah Jepang, 700 orang magang di 35 perusahaan-perusahaan di Provinsi Lampung,   melatih calon TKI perempuan (pekerja Rumah Tangga) yang akan bekerja di luar negeri kepada 96 orang, dan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) telah dilakukan pelatihan keterampilan kepada 1.658 orang.

c. Dalam bidang transmigrasi, pada tahun 2011 Provinsi Lampung mengirimkan transmigran ke Kalimantan Tengah sebanyak 95 Kepala Keluarga (KK) dan ke Kalimantan Barat sebanuyak 45 KK.  Untuk menjamin kepastian hukum tanah transmigran di Provinsi Lampung telah diselesaikan sertifikat sebanyak 47.866 bidang.

E. BUDAYA dan PARIWISATA

Di bidang pariwisata juga terjadi perkembangan yang cukup siginifikan, yang dapat dilihat dari peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung. Pada tahun 2010 tercatat 2,17 juta orang Wisatawan dan pada tahun 2011 meningkat menjadi 2,32 juta orang.

Selain itu pada tahun 2011 terdapat 2 (dua) event penting, yaitu :

1. TIME (Tourism Indonesia Mart & Expo)

Transaksi yang terjadi pada saat terlaksananya TIME 2011 di Provinsi Lampung adalah sebesar U$D 15,7 Juta atau meningkat sebesar 10% dari pelaksanaan TIME tahun 2010 di Lombok, sedangkan khusus untuk transaksi produk wisata Lampung mencapai USD 1,1 juta.

2. Sebagai upaya pelestarian budaya daerah, Provinsi Lampung tercatat pada Rekor Muri ”Menabuh 25 Gamolan Lampung Selama 25 Jam Oleh 25 Grup Musik”.

F. HUKUM, KEAMANAN, KETENTRAMAN dan KETERTIBAN

Pada tahun 2011 telah disusun Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi . Untuk kasus pertanahan, pada tahun 2011 tunggakan kasus tanah yang memerlukan mediasi penyelesaian sebanyak 30 kasus. Dari jumlah tersebut berhasil diselesaikan sebanyak 8 kasus konflik pertanahan, tetapi disisi lain muncul pengaduan kasus baru sebanyak 9 kasus, sehingga jumlah kasus yang harus diselesaikan tahun 2012 sebanyak 31 kasus.

Pada tahun 2011 beberapa kejadian yang mendapat sorotan publik antara lain :

§ Konflik yang melibatkan warga yang mengolah lahan di Simpang D Sungai Buaya Reg. 45 Kabupaten Mesuji.

§ Konflik warga dan PT. Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) di Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten.

§ Unjuk rasa dan mogok kerja buruh angkut Palabuhan Panjang.

G. KERJASAMA PEMBANGUNAN

Sebagai upaya percepatan pelaksanaan pembangunan, Pemerintah Provinsi Lampung secara aktif telah menjajaki keikutsertaan sektor swasta dalam penyediaan proyek-proyek infrastruktur melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS), antara lain :

1. Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan PT. Great Colour Investment Limited (GCIL) tentang Pembangunan dan Pengembangan Kota Baru Lampung (1 Maret 2011).

2. Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Way Kanan dengan Konsorsium Perusahaan PT. Nusantara Hidro Alam, PT. BS Energy, Korea Midland Power Co. LTd., Posco Engineering Company Proyek tentang Pembangkit Listrik Tenaga Air di Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Way Kanan (18 Mei 2011).

3. Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan PT. Pengembangan Bandara Radin Inten II menjadi Bandara Tujuan Wisata dan Kawasan Industri Terpadu Konsorsium Bakrie-Cardig (4 Oktober 2011).

4. Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kota Bandar Lampung, Pemerintah Kota Metro, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dengan Korea Water Resources Corporation tentang Pembangunan Penyediaan Air Minum Regional dengan kapasitas 1.500 l/detik         (4 November 2011).

5. Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan PT. Gas Negara (Persero) tentang Pengembangan Jaringan Gas di Provinsi Lampung (19 Desember 2011).

Selain itu juga telah diupayakan untuk mensinergikan pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR)/Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) oleh sektor swasta dan BUMN melalui :

1. Penyusunan Blue Book Program CSR

2. Penerbitan Pedoman Pengelolaan CSR/PKBL di Provinsi Lampung (Peraturan Gubernur Lampung nomor 30 tahun 2011)

3. Pembentukan Tim Fasilitasi Program Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan bagi Perusahaan (Corporate Social Responsibility /CSR) di Provinsi Lampung nomor G/480/II.02/HK/2011.

H. PROGRAM UNGGULAN

1. JALAN TOL

Untuk ruas jalan Toll Bakauheni – Terbanggi Besar pada tahun 2011 ini telah dilakukan studi RoWplan untuk menentukan wilayah atau daerah-daerah yang akan terkena dampak pembangunan jalan tol. Setelah Rowplan ini selesai disusun, selanjutnya Pemerintah Provinsi Lampung akan menetapkan Surat Penetapan Lokasi Pembangunan (SPLP), sebagai dasar bagi pemerintah dalam melakukan pembebasan lahan.

2. JEMBATAN SELAT SUNDA

Telah diterbitkannya Perpres no.86 tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda yang memberikan mandat kepada Konsorsium Lampung-Banten bersama mitra strategis untuk melakukan FS dan Basic Design.

3. BANDAR UDARA RADIN INTEN II (EMBARKASI HAJI)

Pada Tahun 2011 tingkat loadfactor sudah mencapai 86% dengan frekuensi  penerbangan 16 kali PP Lampung-Jakarta dan masih ada rute-rute ke kota lain seperti Lampung-Batam, Lampung-Bandung dan Lampung-Palembang.

Sebagai pelaksanaan Embarkasi/Debarkasi Haji antara pada tahun 2011 M / 1432 H telah melayani sebanyak 6.334 orang.

Saat ini Pemprov Lampung bekerjasama dengan Pihak Konsorsium Bakrie-Cardig untuk pengembangan Bandara Radin Inten II, khususnya dalam mengembangkan fasilitas sisi darat seperti Terminal Penumpang, conter-conter bisnis dan fasilitas parkir untuk meningkatkan kenyamanan dan standar pelayanan di Bandara Radin Inten II.

4. BANDAR UDARA PEKON SERAY

Terkait dengan optimalisasi pemanfaatan Lapangan Terbang Pekon Seray Lampung Barat, sejak tanggal 28 September 2011 lalu telah dilakukan uji terbang dari Lapter Pekon Serai menuju Bandara Halim Perdana Kusuma. Adapun fasilitas yang telah terbangun diantaranya adalah, kantor administrasi, terminal, perumahan, taxy way dan runway sepanjang 1.014 m x 23 m (satndar cassa).

Selanjutnya pada tahun 2011 ini pemerintah telah membangun secara bertahap jalan akses masuk sepanjang 1.800 m dan akan dilanjutkan dengan pembangunan jalan lingkungan sepanjang 600m serta jalan inspeksi. Selain itu dibutuhkan juga pembangunan bangunan meterologi, dan alat navigasi.

5. LANUDAD GATOT SUBROTO

Telah ditandatangani Nota Kesepahaman (MOU) antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan TNI AD untuk pemanfaatan Bandara Gatot Subroto menjadi bandara perintis/komersil.

6. KERETA API

Direncanakan pada pertengahan Desember 2011 KRD Way Umpu telah di mobilisasi dari Malang ke Bandar Lampung dan direncanakan akan mulai beroperasi pada Awal Tahun 2012 dengan rute Bandar Lampung-Blambangan Umpu.

Selain itu Pemerintah Provinsi Lampung juga telah memberi izin lokasi untuk pembangunan jalur kereta api khusus/angkutan batubara kepada PT.Bukitasam Trans Pacific Railways sepanjang 194,7 km dengan lebar 100 m,  dari Way Kanan ( batas Sumatera Selatan) sampai Srengsem Bandar Lampung. Pada sepanjang Jalur kereta api ini nantinya juga akan dibangun jalan raya sejajar dengan rel kereta api untuk mengurangi tingkat kepadatan lalu-lintas di Provinsi Lampung.

7. KAWASAN PENDIDIKAN UNGGULAN LAMPUNG DI SULUSUBAN

Pada tahun 2011, upaya-upaya yang dilakukan adalah:

§ Pembangunan fisik gedung (4,462 Milyar)

§ Pembangunan akses jalan (7,5 Milyar)

§ Penerimaan siswa baru (SMK Bio energi) sebanyak 2 ruang belajar untuk 47 siswa.

8. KOTA BARU LAMPUNG

Upaya yang dilakukan pada tahun 2011:

· DED Pembangunan Gedung Kantor Gubernur dan DPRD, Masjid Agung, Balai Adat;

· Pembangunan jalan Kota Baru;

· Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Way Hui-Purwotani;

· Pembangunan jalan ruas Way Hui-Purwotani;

· Pembangunan jembatan Way Hui;

· Pembangunan jalan poros desa Fajar Baru, Marga Mulya, Sidodadi dan Marga Agung

· Pembebasan lahan secara bertahap

· Pembangunan sarana prasarana lingkungan antara lain: sumur bor, jalan lingkungan, dan drainase;

· Kerjasama dengan GCIL-Malaysia untuk Pengembangan Kotabaru

9. TERMINAL AGRIBISNIS

Langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Lampung adalah :

§ Penyusunan Feasibility Study yang dilaksanakan oleh JICA dan DED oleh Pemerintah Provinsi Lampung

§ Penetapkan Calon Lokasi yaitu Kecamatan Penengahan

§ Saat ini sedang dilakukan penyiapan lahan lokasi Terminal Agribisnis, penyiapan Kelembagaan dan pengelolaan TA.

§ Diharapkan pembangunan fisik dimulai tahun 2012 dan pada tahun 2013 sudah mulai beroperasi.

Dokumen selengkapnya

 
You are here: Home