RAPAT KOORDINASI PENGUATAN KELEMBAGAAN PENGELOLA IRIGASI


RAPAT KOORDINASI PENGUATAN KELEMBAGAAN PENGELOLA IRIGASI

Acara dibuka oleh Sekretaris Bappeda Provinsi Lampung, Ibu Elvira Umihanni, SP, MT. Dalam arahan pembukaan, Sekretaris Bappeda mengatakan sektor sumber daya air dan irigasi menjadi bagian yang sangat penting dalam pencapaian kesejahteraan masyarakat, khususnya penyediaan air untuk kebutuhan pertanian. Provinsi Lampung sendiri menargetkan untuk menambah satu juta ton produksi gabah kering giling sehingga menjadi 4,3 juta ton GKG di tahun 2016 dan produksi padi ini akan digunakan untuk pasok nasional.  

 

Rapat diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai I Bappeda dengan peserta rapat berasal dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung (Bappeda, Dinas PU/PSDA/Pengairan, Dinas Pertanian), perkumpulan Gabungan Petani Pemakai Air (GP3A) serta Dinas Pengairan & Pemukiman Provinsi Lampung dan Dinas Pertanian Provinsi Lampung.

  

 

Narasumber berasal dari Dinas Pertanian Provinsi Lampung, Dinas Pengairan & Permukiman Provinsi Lampung, dan Bappeda Provinsi Lampung, dengan materi pembahasan antara lain :

 

1.  Dinas Pertanian Provinsi Lampung disampaikan oleh Bapak Ir. Indriatmoko.

P3A Provinsi Lampung terbentuk kepengurusannya pada hari ini (Kamis) tanggal 08 Desember 2016 pada saat acara pelatihan P3A seluruh Provinsi Lampung dan menjabat sebagai ketua adalah Bapak Gunawan EW. Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian telah bersinergi dalam pengelolaan pertanian. Program pemerintah saat ini; Republik Indonesia  Berdaulat dibidang pangan, diwujudkan secara serius melalui anggaran yang begitu besar mulai dari tahun  2014, program-program prioritas yang didesign untuk mewujudkan kedaulatan pangan dilakukan melalui ;

a.      Peningkatan ketersediaan dan pemanfaatan lahan

b.     Peningkatan Infrastruktur dan Sarana Pertanian

c.      Pengembangan dan perluasan logistik benih/bibit

d.     Penguatan kelembagaan petani

e.     Pengembangan dan penguatan bioindustri dan bioenergi

f.      Penguatan jaringan pasar produk pertanian

g.     Perbaikan irigasi, mendapat bantuan dari TNI bersama petugas mantri air dalam pengaliran air ke sawah-sawah petani

h.     Pembagian pupuk bersubsidi dari Pemerintah dan mengantisipasi penyimpangannya dengan mendapat bantuan pengawalan dari TNI bersama petugas penyuluh dilapangan dalam pendistribusian pupuk

i.      Asuransi petani padi

j.      Peningkatan Luas tambah pangan.

 

Upaya untuk selalu menjaga lahan pertanian terus dilakukan dengan melakukan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dengan melakukan upaya:

a.        Insentif

b.        Disentif

c.        Mekanisme perizinan

d.        Proteksi dan

e.        Penyuluhan

 

2.  Dinas Pengairan dan Permukiman Provinsi Lampung disampaikan oleh Bapak Ir. Yeni Irianto

Dalam rangka mendukung percepatan sektor pertanian Balai PSDA Wil. II Seputih Sekampung telah melakukan penyediaan layanan air irigasi untuk pertanian sehingga mencapai IP. 200 (seluas 110.746 ha sekampung system). Pada bulan September 2016 yang lalu telah dilakukan penambahan layanan irigasi untuk tambah tanam (gardu model) dengan total luas 30.700 ha.  

 

Cadangan air waduk batutegi untuk melayani irigasi gardu tambahan pada 01 September 2016 sebanyak 617.573 dengan elevasi waduk 270.55 M2.  Telah dilakukan efisiensi penggunaan air dengan melibatkan kemitraan P3A

 

3.  Bappeda Provinsi Lampung, disampaikan oleh Ibu Siti Maisyaroh, ST, MT, MSc

Komisi Irigasi Provinsi Lampung telah terbentuk dengan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/301/II.02/HK/2016, wilayah kerja DI dengan luas 1000-3000 ha, dengan struktur keanggotaan sebagai berikut :

·   Ketua; Kepala Bappeda

·   Ketua Harian; Kepala Dinas PU/PSDA/Pengairan

·   Sekretaris; Kepala Bidan pada Dinas PU/PSDA/Pengairan atau Kepala Bidang yang mengatur pemanfaatan air pada Dinas Pertanian (jika 2)

·   Ketua Bidang (jika diperlukan)

·   Anggota; Pemerintah, non Pemerintah serta P3A

 

Tugas Komir : Merumuskan kebijakan untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi dan fungsi irigasi, Merumuskan rencana tahunan penyediaan, pembagian dan pemberian air irigasi bagi pertanian dan keperluan lainnya, Merumuskan rencana tata tanam dengan mempertimbangkan debit yang ada, Memberikan pertimbangan dan masukan atas pemberian izin alokasi air.

 

 

Kesimpulan rapat :

1.  Telah terbentuk P3A Provinsi Lampung (satu kelembagaan) yang sebelumnya terdapat dua kelembagaan yaitu Asosisi P3A dan Forum P3A.

2.  Akan dibuatkan surat yang ditujukan kepada Kementerian PUPR cq Dirjen Sumber Daya Air terkait jaringan irigasi yang rusak dan menjadi kewenangan pusat, selain itu juga melakukan koordinasi lebih lanjut terkait urusan perencanaan untuk perbaikan jaringan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung.

3.  Bagi Kabupaten/Kota yang belum membentuk Komisi Irigasi akan segera membentuk kelembagaan dengan ditetapkannya melalui Surat Keputusan Bupati/Walikota.

4.  Pendanaan perbaikan jaringan irigasi salah satunya didukung melalui Dana Alokasi Khusus Bidang Irigasi. Dinas PU/PSDA/Pengairan Kabupaten/Kota akan melakukan perbaikan laporan dan kinerja sesuai dengan yang diisyaratkan dalam petunjuk teknis pelaksanaan DAK dan pelaporan melalui E-Monev.





Share Berita / Informasi :
Facebook Komen :