Rakor dan Pembentukan Tim Monitoring Pelaksanaan SK Pola Tanam Tahun 2021-2022

Rakor dan Pembentukan Tim Monitoring Pelaksanaan SK Pola Tanam Tahun 2021-2022

Bandar Lampung – Kepala Bappeda Provinsi Lampung Mulyadi Irsan selaku Ketua Komisi Irigasi Provinsi Lampung membuka Rapat Koordinasi dan Pembentukan Tim Monitoring Pelaksanaan SK Pola Tanam Tahun 2021-2022 di Grand Ballroom Hotel Horison, Senin (21/11/2021).

“Dalam rangka upaya percepatan pemantapan pemulihan ekonomi akibat dampak Covid-19 di Lampung, implementasi program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung di bidang pertanian telah memberikan dampak terhadap peningkatan harga gabah di Tingkat Petani yaitu pada Juni 2021 naik menjadi 13,72% dan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung pada Juni 2021 naik 0,92 % menjadi 100,80. Saat ini posisi produksi padi Provinsi Lampung berada pada posisi 2,7 juta ton GKG dan produksi padi ini akan digunakan untuk pasok nasional, terutama pasokan ke DKI Jakarta,” ujar Kepala Bappeda Provinsi Lampung dalam sambutannya.

Kepala Bappeda Provinsi Lampung Juga menyampaikan, Provinsi Lampung telah memiliki bendungan Way Sekampung yang diharapkan dapat menambah pembangunan daerah irigasi baru maupun peningkatan indeks pertanaman yang lebih baik, sehingga dapat mengakomodir kebutuhan air untuk pelaksanaan pola tanam. “Hal ini tidak mungkin dapat terwujud tanpa peran serta bersama dalam wadah koordinasi Komisi Irigasi,” ujarnya.

Rakor dalam rangka menindaklanjuti hasil Rapat Besar Komisi Irigasi pada bulan September yang lalu ini, bertujuan agar diperolehnya satu laporan yang disepakati oleh seluruh anggota Komisi Irigasi Provinsi Lampung guna Sinergisitas dan Efektifitas implementasi SK Pola Tanam dalam rangka Rakyat Lampung Berjaya.