Pembukaan Musrenbang Perubahan RPJMD Provinsi Lampung Tahun 2019-2024

Pembukaan Musrenbang Perubahan RPJMD Provinsi Lampung Tahun 2019-2024

Bandar Lampung – Pemerintah Daerah Provinsi Lampung telah melaksanakan Musyawaran Rencana Pembangunan (Musrenbang) Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Lampung Tahun 2019-2024 secara online dan offline di Hotel Sheraton, Rabu (15/09/2021). Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ini dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan.
“Secara khusus Saya tegaskan kembali. Bahwa Perubahan RPJMD Provinsi Lampung Tahun 2019-2024 yang saat ini masih berproses dan akan dirumuskan oleh Pemerintah Daerah bersama DPRD bukanlah untuk mengubah Visi dan Misi Pembangunan Provinsi Lampung Tahun 2019-2024 yang telah ditetapkan sebelumnya. Sekali layar terkembang, surut kita berpantang. Visi “Rakyat Lampung Berjaya” yang mengusung 6 (enam) Misi dan 33 Agenda Kerja Utama akan tetap menjadi arah dan acuan pemerintah daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ke depan,” tegas Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam sambutannya.


Dalam sambutannya Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menjelaskan, Berdasarkan catatan statistik ekonomi dan sosial baik nasional maupun daerah, terjadinya pandemi Covid 19 sejak awal tahun 2020 telah menekan target-target pembangunan di bidang ekonomi dan sosial secara cukup tajam. Akan tetapi di tengah kondisi pemulihan ekonomi saat ini, dinamika perkembangan sosial ekonomi Provinsi Lampung sudah menunjukkan perbaikan. Laju pertumbuhan ekonomi Lampung sampai dengan Triwulan II-2021 tumbuh dan berhasil keluar dari fase kontraksi. Begitu pula dengan inflasi di Provinsi Lampung masih dalam rentang batas yang terkendali. Data statistik menunjukkan bahwa, hingga pertengahan tahun 2021 inflasi gabungan Provinsi Lampung tercatat berada pada rentang kendali 2 ± 1, keadaan tersebut sangat mendukung stabilitas makro ekonomi daerah.


“Tinjauan makro sosial dan ekonomi tersebut tentunya akan menjadi momentum untuk mengingatkan kita kembali, bahwa masih banyak tugas pemerintah daerah yang belum selesai. Sejalan dengan Visi “Rakyat Lampung Berjaya” yang telah dicanangkan, masyarakat Lampung harus terus bergerak dan mengerahkan seluruh potensinya. Meskipun terdapat banyak tantangan lingkungan global dan nasional yang harus dihadapi, Lampung harus bangkit untuk lebih maju dan lebih berdaya saing. Kita juga perlu terus-menerus memperkuat harmonisasi Pemerintah Pusat dan Daerah. Terdapat sejumlah Proyek Startegis Nasional yang berlokasi di Provinsi Lampung yang perlu didukung melalui perumusan kebijakan daerah,” ujar Gubernur Lampung.


Selanjutnya, Gubernur Lampung juga menjelaskan Implementasi Agenda Kerja Utama dan prioritas pembangunan daerah akan terus dilanjutkan. Pada bidang ekonomi, Pemerintah akan melanjutkan upaya peningkatan kesejahteraan petani melalui Program Kartu Petani Berjaya; Pembentukan 5 BUMD baru yang menangani sektor strategis pertanian, infrastruktur, energi, perhubungan dan transportasi, serta pariwisata; Pengembangan industri pengolahan dalam upaya hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing daerah melalui Pengembangan Kawasan Industri.
Dibidang Infrastruktur tetap menjadi prioritas untuk menjamin konektivitas, efisiensi dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan melakukan peningkatan dan pemeliharaan jalan Provinsi dengan skema pembiayaan SMI. Juga upaya Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Sanitasi, air bersih dan rumah tidak layak huni.


Pada Bidang Sosial, pembangunan Sumber Daya Manusia tetap menjadi fokus utama. Pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan, pengentasan kemiskinan dan upaya perluasan perlindungan sosial, serta peningkatan produktivitas dan daya saing tenaga kerja melalui peningkatan pelatihan angkatan kerja berbasis kompetensi. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan kembali tingkat produktivitas tenaga kerja yang turun dimasa Covid-19. Selain itu juga pemberdayaan masyarakat desa melalui salah satu Agenda Kerja Utama yaitu Smart Village dan pemberdayaan BumDES.101:59

“Semua prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan tersebut akan berhasil nyata jika Pemerintah Provinsi Lampung bersinergi dengan masyarakat, pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah pusat, serta soliditas bersama DPRD,” ujar Gubernur Lampung.
Kegiatan yang bertujuan untuk merumuskan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Lampung Tahun 2019-2024 ini, dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Ketua DPRD Provinsi Lampung, Anggota Fokorpimda Provinsi Lampung, Menteri Dalam Negeri yang dalam hal ini diwakili oleh Dirjen Bina Bangda, Menteri Perencanaan Pembangunan/ Kepala Bappenas diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan Regional, Kepala Bappeda Provinsi Lampung dan Kepala OPD terkait, Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung, Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Kepala BPS Lampung, Kepala Kanwil Kementerian/ Lembaga, dan Rektor/Pimpinan Perguruan Tinggi di Provinsi Lampung, Kepala Bappeda Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, Pimpinan BUMN/ BUMD di Provinsi Lampung, Pimpinan Parpol, Organisasi Profesi dan Ormas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Pimpinan Media Massa, Tokoh Pemuda dan Mahasiswa.